Pages

Subscribe:

Social Icons

Social Icons

Featured Posts

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 November 2012

Penyebab Stres Dipengaruhi Jenis Kelamin



Setiap pekerjaan pasti memiliki tingkat stres masing-masing. Ada banyak hal yang menjadi penyebabnya, misalnya atasan tidak menghargai hasil kerja Anda, beban pekerjaan yang tinggi, atau lingkungan kerja yang penuh politik kantor.

Namun, ternyata tidak semua penyebab ini bisa langsung memengaruhi pikiran seseorang, dan membuatnya stres. Sebuah penelitian baru yang dilakukan oleh University of Calgary in Alberta, Kanada, mengungkapkan bahwa penyebab stres dalam pekerjaan dipengaruhi oleh jenis kelamin.

Penelitian ini dilakukan terhadap 2.700 orang laki-laki dan perempuan yang belum mengalami depresi di Alberta, Kanada, selama kurun waktu 2008 sampai 2011. Setelah satu tahun, ternyata para peserta ini mengalami tingkat depresi yang cukup tinggi. Sebanyak 3,6 persen peserta mengalami depresi karena pekerjaannya. Insiden peningkatan depresi akibat pekerjaan ini ternyata lebih banyak dialami perempuan sampai sekitar 4,5 persen, sedangkan laki-laki hanya 2,9 persen saja. Hal ini menunjukkan, lingkungan dan kondisi pekerjaan bisa mempengaruhi kesehatan mental seorang pekerja, baik laki-laki maupun perempuan, namun dengan cara yang berbeda.

Menurut penelitian ini, penyebab perempuan mengalami stres biasanya karena kurangnya penghargaan di tempat kerja, atau tidak dihargai atas upaya dan kerja keras yang dilakukannya. Sedangkan pria lebih banyak merasakan stres akibat pekerjaan yang menumpuk sehingga membuat mereka tegang. Selain itu ketegangan dalam pekerjaan ini juga dipengaruhi oleh adanya tuntutan dan beban kerja yang tinggi, sekaligus tingginya tekanan psikologis yang dihadapi.

Yang menarik dalam penelitian ini adalah fakta bahwa perempuan dan laki-laki memiliki persepsi yang berbeda tentang tipe pekerjaan yang menyiksa mereka, yang salah satunya terlihat dari cara mereka memandang keseimbangan kehidupan kerja. "Perempuan dan laki-laki merasa memiliki peran dan kontribusinya masing-masing dalam keluarga dan pekerjaan," ungkap Jianli Wang, salah satu profesor di Department of Psychiatry and Community Health Sciences di University of Calgary in Alberta, Kanada.

Para lelaki biasanya lebih mudah mengalami depresi dan stres ketika kehidupan rumah tangga mengganggu kehidupan kerja mereka. Hal yang sebaliknya terjadi pada perempuan, mereka merasa stres justru ketika kehidupan kerja mengganggu kehidupan keluarganya.

Namun persamaan penyebab stres di dunia kerja antara perempuan dan laki-laki terjadi ketika berkaitan dengan risiko kehilangan pekerjaan. Perempuan yang bekerja full time akan memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami stres dan depresi dibanding perempuan yang bekerja paruh waktu. Lain halnya dengan para pria. Mereka akan memiliki risiko stres yang sama besar saat mereka bekerjafull time ataupun part time.

Sumber : http://health.kompas.com/read/2012/06/06/11052194/Penyebab.Stres.Dipengaruhi.Jenis.Kelamin

Mengapa Cara Hadapi Stres Berbeda?

Setiap pribadi unik dan tak selalu sama, begitupun saat menghadapi stres. Misalnya, Anda dan rekan kerja memiliki target yang sama, tekanan yang sama di kantor, namun Anda dan teman Anda memiliki kemampuan dan cara berbeda mengatasi stres dalam pekerjaan.

Di luar faktor eksternal yang menyebabkan stres ditanggapi berbeda oleh masing-masing individu, sebenarnya ada faktor internal yang memengaruhi kemampuan seseorang mengatasi stres. Inilah yang perlu dipahami agar setiap orang bisa menanggapi secara tepat terhadap perbedaan cara individu dalam menghadapi stres.

Peneliti dari Singapura, Dr Paramjeet Singh yang menjabat sebagai Vice President Regional Research and Development Cerebos Pacific Limited menjelaskan ada tiga faktor internal yang membedakan kemampuan seseorang dalam menghadapi stres. Ia mengatakan, kemampuan seseorang dalam menghadapi stres juga dipengaruhi faktor genetik, perkembangan otak pada usia belia, dan level seretonin dalam tubuh.

Otak memiliki peran penting karena di sinilah proses berpikir terjadi. Saat stres muncul ada perubahan pada otak yang memengaruhi proses berpikir juga kerja memori. Karenanya perkembangan otak ataubrain development (perkembangan jumlah sel otak dan koneksinya) yang optimal terjadi pada usia balita perlu mendapatkan perhatian khusus. Selain juga kemampuan otak untuk berpikir (brain performance) yang sebenarnya bisa ditingkatkan dengan asupan nutrisi tepat.

"Sekitar 30 persen orang bisa menghadapi stres namun memang proses berpikir di otak menjadi kurang efektif. Artinya ia tetap bisa berpikir meski stres. Sementara 30 persen lainnya, ketika mengalami stres ia akan mengalami kemampuan berpikir yang cenderung menurun. Sedangkan 30 persen lainnya mengalami penurunan kemampuan berpikir yang drastis sehingga membuatnya depresi," jelas Dr Singh kepada Kompas Female seusai media gathering BRAND’S® Essence of Chicken di Tesate Menteng, Jakarta, Senin (2/7/2012).

Jadi, saat menghadapi stres ada orang yang tak lagi bisa berkonsentrasi karena kemampuan berpikirnya menurun. Namun, sebagian orang tetap memiliki proses berpikir normal atau masih mampu berpikir namun tak lagi efektif begitu mengalami stres. Ada juga orang yang mengalami penurunan kemampuan berpikir drastis ketika stres datang, dan ia cenderung mengalami depresi.

Sumber : http://health.kompas.com/read/2012/07/03/12424175/Mengapa.Cara.Hadapi.Stres.Berbeda.

5 Tanda Anda Stres Berat

Mengatur keuangan rumah tangga, mengurus anak, kerjaan yang seolah tak habis, pacar, keluarga semua hal yang disebutkan, salah satunya bisa membuat kita stres. Kadang bisa bermanifestasi pada keluhan fisik. Berikut tanda-tanda bahwa Anda telah melampaui batas toleransi.

1. Muntah
Stres dan kecemasan juga bisa memicu muntah. Mual dan muntah akan dialami selama jangka waktu tertentu. Biasanya mulai pada waktu yang sama setiap hari. Cara mengatasinya dengan banyak istirahat dan minum air putih (muntah dapat menyebabkan hilangnya elektrolit), dan kemudian menemukan cara untuk menenangkan diri atau menghilangkan sumber stres Anda, seperti meditasi atau berjalan kaki.

2. Rambut rontok
Ada banyak alasan bahwa rambut Anda bisa rontok. Stres adalah salah satunya. Di antara kondisi yang berhubungan dengan stres akibat rambut rontok adalah alopecia areata, sebuah gangguan autoimun yang menyebabkan sel-sel darah putih menyerang folikel rambut, akibatnya rambut menjadi rontok. Kondisi lain yang dipicu oleh stres yang lebih ekstrim disebut telogen effluvium, yang pada dasarnya ditandai dengan tiba-tiba kehilangan (hingga 70 persen) rambut. Kondisi ini sulit untuk menghubungkan stres karena rambut rontok dapat terjadi bulan setelah peristiwa stres, misalnya, kematian.

3. Mimisan
Terjadi perdebatan mengenai apakah mimisan dipicu oleh stres. Namun penelitian telah menunjukkan bahwa, dalam beberapa kasus, pasien yang mengalami mimisan dalam situasi stres. Dalam artikel diBritish Medical Journal mimisan bisa terjadi akibat lonjakan tekanan darah yang sangat umum ketika stres. Jaga tekanan darah Anda di cek dengan minum teh. Sesekali melarikan diri dari keriuhan harian cukup untuk menurunkan tingkat stres Anda.

4. Mudah lupa
“ Jika Anda melihat Anda tidak bisa mengingat rincian rapat yang baru saja dilakukan saat Anda dalam kondisi stres, hal itu bisa menjadi efek penyusutan hippocampus,” kata Jeffrey Rossman, PhD, psikolog dan tim ahli Rodale.com. Stres kronis dapat mengekspos hippocampus, wilayah otak yang mengontrol memori jangka pendek menghambat kemampuan otak Anda untuk mengingat. Berurusan dengan akar penyebab stres adalah cara terbaik untuk menguatkan kembali memori Anda

5. Kekebalan tubuh melemah
Mungkin efek paling nyata stres pada tubuh adalah sistem kekebalan tubuh yang lemah, hal tersebut terjadi oleh beragam alasan. Salah satunya, stres memicu pelepasan catecholemines, hormon yang membantu mengatur sistem kekebalan tubuh Anda. Pelepasan berkepanjangan dari hormon ini dapat mengganggu kemampuan hormon. Cara yang baik untuk mengatasi stres dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda adalah berolahraga, 30 menit sehari.


Sumber : http://health.kompas.com/read/2012/10/01/19484046/5.Tanda.Anda.Stres.Berat

5 Aroma Tanaman Pereda Stres

Stres memang kerap dialami banyak orang setiap hari. Sayangnya orang sering mencoba meredakan stres dengan banyak makan, yang akhirnya malah membuat tubuh Anda semakin membesar. Padahal sebenarnya ada cara mudah untuk mengatasi stres, yaitu dengan menghirup wewangian dari tanaman. Aroma tanaman-tanaman ini akan membantu membuat Anda jadi lebih rileks dan tenang.

1. Rosemary
Tanaman ini populer digunakan sebagai bahan tambahan dalam masakan. Aroma tanaman ini bisa berguna untuk mengurangi tekanan akibat stres karena rosemary mampu melemaskan otot-otot tubuh yang kaku. Bahkan khasiat rosemary untuk relaksasi ini diakui oleh bangsa Yunani sejak bertahun-tahun lalu. Orang Yunani sering menggunakan rangkaian rosemary di kepala mereka karena dianggap bisa memiliki efek relaksasi untuk otak.

2. Lavender
Lavender juga berkhasiat sebagai ramuan super yang bisa menghilangkan stres. Aroma lavender ini mampu merangsang sistem kekebalan tubuh dan menenangkan kulit. Anda bisa menggunakannya sebagai salah satu minyak esensial untuk memijat tubuh, atau mengonsumsi teh dengan aroma lavender. Jika tak suka cara ini, Anda juga bisa mendapatkan keharuman lavender ini dari parfum, penyegar ruangan, dan lain-lain. Mencium aromanya bisa membantu Anda melepaskan ketegangan.

3. Teh hijau
Teh hijau memang sudah diketahui memiliki beragam manfaat kesehatan. Tak hanya untuk kesehatan, ternyata teh hijau juga bisa membantu meringankan stres karena kandungan asam amino yang disebut tiamin. Tiamin berguna untuk mengurangi semua hormon stres. Untuk menghindari stres, paling tidak Anda harus menikmati sekitar 3-4 cangkir.

4. Chamomile
Chamomile ini merupakan salah ramuan yang bisa menyembuhkan demam. Selain itu, chamomile juga bisa membantu membuat kulit lebih bersinar dan pastinya menghilangkan stres. Aroma chamomile ini bisa didapatkan dari cecangkir teh chamomile yang menenangkan.

5. Sage
Sage diklaim lebih efektif menenangkan otak dibanding obat pereda stres lainnya. Aroma rempah yang kuat dari sage bisa digunakan untuk menenangkan tubuh, otot dan otak.

Sumber : http://health.kompas.com/read/2012/10/09/12352368/5.Aroma.Tanaman.Pereda.Stres

Manfaat di Balik Pedasnya Mint

Daun mint dikenal cukup luas karena tanaman ini banyak dipakai untuk menambahkan citarasa mentol dalam produk permen, makanan, kosmetik, pasta gigi, hingga obat-obatan. Rasa mentol dalam mint ternyata mengandung sederet khasiat.

Salah satu khasiat mint yang paling terkenal adalah mengatasi penyakit pencernaan seperti irritable bowel syndrome. Dalam sebuah penelitian tahun 2011 para peneliti menemukan bahwa minyak pepermint sangat baik mengurangi penyakit irritable bowel syndrome yang punya gejala sembelit, diare, kembung, mual, dan mulas.

Pepermint juga dipakai secara turun-temurun untuk mengatasi gejala flu, peradangan di mulut dan tenggorokan, infeksi sinus, dan infeksi pernapasan. Beberapa orang juga memakai daun mint untuk mengurangi nyeri haid.

Untuk mendapatkan khasiat mint, tuang air hangat ke dalam gelas bersama dengan beberapa helai daun mint segar. Biarkan beberapa saat lalu nikmati teh mint ini untuk mengatasi sakit perut dan gangguan pencernaan.

Sementara itu minyak pepermint bisa dioleskan ke kulit untuk mengurangi sakit kepala, nyeri otot, saraf, sakit gigi, ruam alergi, infeksi bakteri, hingga menyembuhkan gatal akibat gigitan nyamuk. Rasa hangat yang ditimbulkannya bisa meredakan rasa nyeri.

Anda juga bisa memanfaatkan hangatnya mint untuk menyegarkan otot-otot kaki. Caranya, campurkan 1 cangkir garam laut, 1/3 cangkir minyak zaitun dan 6 tetes minyak esensial pepermint. Gosokkan di kaki beberapa saat lalu bilas. Garam laut akan membuang sel kulit mati sementara rasa mentol akan meredakan nyeri otot.

Sementara itu menghirup aroma minyak esensial pepermint setap dua jam sekali dianjurkan untuk mereka yang ingin mengurangi nafsu makannya.

Sumber : http://assets.kompas.com/data/photo/2012/11/12/1555334-daun-pepermint-p.jpg